Gambar Memek Sempit ABG

Kumpulan Gambar Memek Sempit ABG

Cerita : Cerita Dewasa: Villa Gairah

Download Video 7MB

Download Video 8MB

Download Video 5MB

Download Video 6MB

Download Video 9MB

Download Video 12MB

Cerita Dewasa: Villa Gairah

Namaku adalah Farid, bekerja di perusahaan konsultan IT sebagai programmer. Menurut teman-temanku, aku adalah orang yang beruntung, karena memiliki istri yang cantik dan seksi. Tinggi istriku 167 cm dan berat yang proporsional. Tapi menurut temanku yang istimewa dari istriku adalah keseksian bodynya. 

Temanku yang mata keranjang selalu jelalatan bila melihat istriku terutama melihat buah dadanya yang besar dan montok, pinggul yang besar menggoda dan pantat yang terangkat ke atas. Dari istriku aku telah dikaruniai putra yang telah duduk di kelas 2 SD dan seorang putri yang berusia 4 tahun.
Pada suatu hari aku ditugaskan oleh perusahaan untuk membantu sebuah instansi pemerintah didalam membenahi IT yang terdapat di instansi tersebut. Di instansi tersebut aku bekerja sama dengan salah seorang pegawai yang mendapat tugas sebagai penanggungjawab IT.

Nama rekan kerjaku adalah Sugianto dan biasa kupanggil Anto. Usianya 2 tahun dibawahku, telah menikah dan dikaruniai 2 orang putri. Istrinya adalah seorang wanita berjilbab, parasnya cantik, anggun dan putih mulus kulit wajahnya. Tubuhnya kecil mungil imut-imut sesuai dengan tipe cewe idamanku pada waktu aku bujang an dulu. 
Dalam kerjasama ini, seringkali kami bekerja hingga jauh malam di kantor bahkan tidak jarang kami harus menginap di kantor. Sering pula kami bekerja di rumahnya hingga menginap ataupun sebaliknya menginap di rumahku. Karena dimulai dari nol, maka hubungan kerja sama ini terjalin menjadi sangat lama karena membicarakan segala aspek yang berhubungan dengan IT.
Setelah kerjasama berjalan sekitar 3 bulan, Anto terlihat seperti orang stress dan setelah kutanyakan dia bercerita bahwa dia mendapat tekanan dari atasannya akibat kesalahan perencanaan, sehingga hasilnya melenceng dari target yang ditetapkan dan dia diberi limit waktu 3 bulan untuk segera memperbaikinya. 
Rupanya, atasan Anto menceritakan kesalahan perenc anaan yang dilakukan oleh anak buahnya kepada atasanku, sehingga akupun mendapat teguran keras dari atasanku sebagai karyawan yang tidak mampu membawa misi perusahaan yang mampu memberi bantuan konsultasi untuk mewujudkan terciptanya sebuah Sistem Informasi pada sebuah klien. Walaupun ini semua terjadi bukan kesalahanku. 
Akibat tekanan ini, kami menjadi semakin akrab dan menjadi dua orang sahabat setia yang saling membantu dan berbagi baik didalam suka maupun duka. Kami jadi semakin sering kerja sampai jauh malam baik di kantornya Anto, rumahku ataupun rumahnya. 
Pada saat bekerja, kami banyak berhubungan dengan internet untuk mendapatkan referensi ataupun masukkan yang bisa mempercepat proyek ini selesai. Dan biasanya pada saat pikiran sedang buntu, biasanya kami melakukan refreshing dengan cara mengunju ngi situs-situs porno dan mendownload gambar-gambar ataupun film-film porno. Dari gambar-gambar dan film-film yang didownload oleh Anto serta komentar-komentar yang dilontarkan olehnya. 
Aku tahu bahwa Anto sangat terobsesi dengan wanita dengan buahdada yang besar dan montok. Pantas saja sering aku pergoki dia secara sembunyi-sembunyi sering menatap istriku pada saat kerja di rumahku. Tapi hal ini tidak membuatku cemburu, karena dia tidak pernah secara terang-terangan memandangi istriku apalagi menggodanya, lagi pula dia adalah sahabat baikku saat ini. 
Waktu terus berjalan dan batas waktu yang ditentukan semakin dekat sedangkan pekerjaan belum selesai. Hal ini membuat kami bekerja siang malam tiada henti. Hingga akhirnya Anto berkata padaku 
“Rid… Bagaimana kalau kita berjanji…?” 
“Janji bagaimana..?” tanyaku padanya 
“Kita berjanji akan melakukan syukuran dengan berlibur bersama keluarga menyewa sebuah villa di kawasan puncak beberapa hari, sekalian istri-istri kita dan anak-anak bisa menjadi akrab dan bersahabat., bagaimana ?” usulnya padaku.
 â€œOk… Aku sangat setuju…” sahutku bersemangat. 
Sejak ada komitment tersebut, semangat kami menjadi bertambah untuk dapat sesegera mungkin menyelesaikan proyek ini, sehingga akhirnya proyek tersebut selesai sebelum deadline yang ditentukan. Kami rayakan keberhasilan ini dengan acara makan bersama antara keluargaku dan keluarga Anto di rumahku. 
Suasana diantara kami c epat terjalin dengan hangat dan akrab. Antara istriku dan istri Anto cepat sekali akrab, seolah dalam fikiran mereka sudah tertanam motto sahabat suamiku adalah sahabatku juga, demikian juga dengan anak-anak kami. 
Kami berdua mulai menyusun rencana untuk melaksanakan janji yang pernah diucapkan sebelum proyek itu selesai. Setelah menemukan waktu yang tepat akhirnya kami berlibur selama 3 hari dengan menyewa sebuah Villa di kawasan Puncak. dengan dua kamar tidur yang ada kamar mandinya, satu ruang tamu dan ruang tengah serta dapur.
Kami tiba di villa tersebut sekitar jam 11 siang. Setelah istirahat dan beres-beres serta dilanjutkan dengan makan siang, maka sepanjang sisa hari gunakan untuk jalan-jalan menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara Puncak. 
Setelah gelap tiba kami semua berkumpul di ruang tengah sambil menyalakan perapian sambil menciptakan obrolan-obroalan hangat sedangkan anak-anak asyik bermain game play sation yang kami bawa dari rumah. Setiap moment yang terjadi selalu aku dan Anto abadikan dengan kamera digital yang kami bawa. 
”Buat kenangan yang tak terlupakan tentang persahabatan kita…” katanya sambil tersenyum padaku. 
Merk dan type kamera yang kami miliki sama persis, kami membelinya sama-sama pada saat sedang mengerjakan proyek. Sehingga apabila kedua kamera kami disandingkan, baik Aku maupun Anto tidak dapat menentukan milik masing-masing apabila hanya dilihat dari fisiknya saja. 
Sekitar jam 9 malam, karena siangnya terlalu banyak aktivitas, mak a anak-anak merengek-rengek minta ditemani tidur, maka kami masuk kamar untuk menemani anak kami masing-masing. Udara dingin puncak, membuat aku dan istriku saling menghangatkan badan dengan cara berpelukkan yang rapat.

Dan karena suasana tempat tidur yang asing, maka kami tidak dapat segera tidur. Dan ditambah lagi dengan kondisi kami yang saling berpelukkan erat membuat berahi kami perlahan-lahan bangkit dan akhirnya kami saling cium, saling belai dan saling memberi rangsangan pasangannya masing-masing.

Badanku sudah mulai menghangat karena dorongan nafsu yang sudah menguasai diri hal ini ditandai dengan mengerasnya batang penisku. Demikian pula dengan itriku, nafasnya sudah mulai memburu dan dari cd-nya kurasakan sudah mulai basah. Dan pantatnya sudah mulai tidak bisa diam terus bergoyang-goyang tak teratur. Tapi tak mungkin kami melanjutkan persetubuhan di tempat tidur yang sedang ditiduri oleh dua orang anak kami. Aku berfikir keras untuk menyalurkan ber ahi yang semakin tak terkendali.

”Mah…di ruang tengah aja.. Mudah-mudahan Anto dan istrinya sudah tidur..?” bisikku pada istriku
”Ayo Pah… Mamah sudah nggak tahan nich, tapi survey dulu… apakah Mas Anto dan istrinya sudah tidur..” jawab istriku dengan nafas yang ngos-ngosan seperti yang sedang menahan sesuatu.

Akupun keluar kamar, lalu menghampiri ruang tamu dan diam sebentar di depan pintu kamar Anto. Setelah yakin mereka semua telah tidur, aku kembali ke kamarku dan memberi kode pada istriku bahwa suasana aman dan terkendali.

 Lalu istrikupun dengan berjingkat-jingkat meninggalkan kamar menuju ruang tengah dimana aku sudah menunggunya di atas karpet di depan perapian dengan tak sabar dan nafas yang memburu didorong nafsu yang menggebu.

Begitu tiba didekatku, istriku langsung menerkamku dan melumat habis bibirku dengan nafsu yang mengebu-gebu . Lidahnya dengan lincah mengkait-kait dirongga mulutku dan saling bersilat lidah dalam arti yang sebenarnya.

Kemesraan ini demikian panas dan menggairahkan bagaikan sepasang pengantin yang mengalami malam pertama. Kami saling bergulingan di atas karpet yang tebal penuh gairah.

”Ooohh Pah…sayang…” desah istriku disela-sela ciumanku di bibir, dan leher disertai dengan remasan-remasan gemas pada buahdadanya yang besar, montok dan kenyal.

Aku mulai membuka kancing baju istriku satu persatu hingga lepas semuanya dan kulepaskan dari tubuhnya dan kancing BH-nyapun sekalian kulepas dan kubuka sehingga buah dada istriku yang sangat kubanggakan ini terpampang indah di depan mataku.

Dengan tidak membuang waktu tangan kananku langsung meremas gemas penuh nafsu buah dada indah sebelah kiri milik istriku ini dan terkadang kupelintir puting susunya hingga mebuat istriku melenguh dan mendengus seperti kerbau yang mau d isembelih. 

”Hhek…hek…sshhh…” lenguh istriku.

Mulutkupun tidak tinggal diam, kusosor seluruh permukaan buahdada indah bagian kanan dan akhirnya bibirku menghisap kuat puting istriku dengan kuat, memilinnya dengan bibirku dan kujilat-jilat sehingga istriku mendapat tambahan kenikmatan yang bertubi-tubi.. 

”ouhh…Pah…enak….. teruss…” erang istriku.

Lalu dengan ganasnya istriku membalikkan tubuhku sehingga ia berada diatas tubuhku dan dengan terburu-buru dia membuka bajuku dan celana panjangku serta cd-ku sekalian sehingga aku dibuat telanjang bulat oleh istriku sedangkan ia masih mengenakan rok panjang dan cd.

Mulut istriku langsung menciumi seluruh permukaan dada dan perutku juga terkadang ia menghisap dan memilin puting susuku dengan mesra sementara tangan kanannya meremas-remas penisku yang sudah sang at tegang dan keras membuat diriku melayang tinggi ke langit yang tanpa batas.

”Oohh…Mamah…nikmat banget…” erangku tanpa dapat kutahan keluar dari mulutku.

Berulang-ulang aku melenguh dan mengerang diberi kenikmatan oleh istriku yang kucintai ini. Oohh istriku memang hebat dalam memberikan pelayanan sex yang maksimum terhadap suaminya, diriku terus melayang dan melayang.

Lalu mulut istriku bergeser ke selengkanganku untuk melakukan pekerjaan yang sangat disukainya, yaitu memberikan kenikmatan penuh sensasi pada penisku dengan mulutnya. Dia memang sangat expert dalam hal ini. Permainan mulut dan lidah didalam mengolah penisku selalu membuatku melayang-layang tinggi… 

”Ouhh mamah …sayang…” eranganku semakin keras.

Rupanya nafsu istrikupun sudah sangat tinggi, dia langsung berdiri dengan tergesa-gesa dan membuka rok dan cd-nya sekaligus dan langsung jongkok mengarahkan liang vaginanya yang sudah sangat basah ke arah penisku kemudian dia meraih penisku untuk dimasukkan ke liang kenikmatannya, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk mempermainan vaginanya dengan bibir dan lidahku seperti yang biasa aku lakukan sebelum melakukan persetubuhan yang sesungguhnya.

Blesss….penisku secara perlahan masuk ke liang vagina istriku hingga amblas seampai ke pangkalnya karena dorongan pantat istriku yang bahenol. 

”Ouhhh…” erangku dan istriku secara bersamaan.

Kedua tangan istriku bertumpu pada dadaku, kemudian mulai dia mengerakan pantatnya keatas-kebawah, kedepan-kebelakang, kadang ke kiri dan ke kanan diakhiri dengan putaran-putaran yang seolah-olah ingin memelintir penisku yang berada didalam vaginanya.

Buahdadanya yang montok terguncang -guncang akibat gerakannya yang lincah menyajikan sebuah pemandangan yang sangat indah. Hal tersebut secara periodik terus dilakukannya secara berulang-ulang Diriku semakin melayang-layang.. ..

Gerakan istriku semakin cepat dan mulutnya mulai tidak bisa diam diisi dengan suara erangan dan desahan yang semakin keras. Hingga akhirnya gerakan istriku semakin cepat, sehingga buahdada istrikupun semakin terguncang-guncang dengan seksinya memberikan tambahan kepuasan batin bagi diriku.

Dan akhirnya tubuh istriku melenting ke belakang dengan tubuh yang kaku dan kedua tangannya menarik kedua tanganku kuat-kuat sambil menjerit..

”Aaahhhh……!!”
Pantatnya menekan keras selangkanganku dan kurasakan liang vaginanya berkontraksi dengan hebat memijit dan menghisap penisku dan diakhiri dengan kedutan-kedutan didalam vaginanya.

Selama beberapa detik dia terdiam dalam posisi seperti itu dan akhirnya melemas sehingga membuat ambruk terhempas di atas tubuhku. Istriku baru saja mengalami suatu orgasme yang sangat hebat, aku bangga dan bahagia serta sangat puas menyaksikan pemandangan yang sangat erotik ini.

Walaupun aku belum mengalami orgasme. Aku diam saja memberi waktu pada istriku untuk menikmati sisa-sisa kenikmatan yang masih dia rasakan selema beberapa menit.

”Enak banget…Pah…, tapi Papah belum keluar yach..?” sambil mencium pipiku dengan mesra.

Istriku bangun dari tubuhku dan meraih cd-nya yang tergeletak disamping tubuhnya kemudian dia mengelap vaginanya dari cairan kenikmatan yang keluar.

”Wuihh… banyak banget Pah keluarnya…” sambil mengelap penisku hingga bersih, kemudian dia mencium lembut kepala penisku sambil berkata pada penisku.

”Terima kasih sayang…kamu hebat dech, Kamu belum yach.? nanti yach aku berikan yang s pesial untukmu agar kamu bisa menyemprot milikku hingga membuatku melambung tinggi dan basah kuyup…” Katanya mengajak ngobrol penisku, kemudian dia mengecup lagi penisku dengan mesra.
Namun kali ini bukan hanya sekedar mengecup, tapi dilanjutkan dengan mengulum dan mempermainkan lidahnya dikepala penisku dan menghisap-hisap penisku dengan gemas membuat aku melayang kembali didera kenikmatan yang diberikan oleh istriku.

Tidak lama dia mempermainkan penisku, kemudian berbaring disisiku serta berkata 

”Ayo..Pah…diatas..” sambil menarik badanku agar berada diatas tubuhnya.
Walaupun aku sudah sangat bernafsu dan ingin menuntaskan berahiku ini. Aku tidak langsung mengarahkan penisku pada liang vaginanya, tapi kepalaku langsung mengarah ke selangkangan yang sudah basah.

Kuciumi seluruh permukaan paha istri sampai akhirnya lidahku mengarah ke lipatan vaginanya yang m asih terlihat rapat, lalu kusibakkan lipatan bibir vagina itu lalu kujulurkan lidahku mulai dari liang vagina hingga ke klentitnya berulang-ulang membuat istriku mengerang kembali. 

”Ouh… enak…Pah…” erangnya.

Lidahku merasakan campuran asin dan manis oleh cairan vagina dan keringatnya serta hidungku mencium aroma khas vagina, tapi aku tak peduli, justru semakin menambah gairah dan kepuasan pada diriku dapat memberikan kepuasan yang optimal pada istriku tercinta ini.

Gerakan pantat istriku semakin cepat dan menekan-nekan wajahku sedangkan kedua kakinya yang berada diatas pundakku dan kedua tangannya menekan-nekan kepalaku dari belakang dengan gerakan yang tak terkendali dan kembali tubuhnya melenting dan menjerit.

”Aaahhh…”

Lidahku yang terjulur berada dalam liang vaginanya merasakan kedutan-kedutan dari dinding vagina istriku dan ada cairan yang merembe s dari dalam vagina melamuri lidahku. Kembali tubuhnya terhempas lemas di atas karpet sehingga tekanan di kepala melemah dan hilang.

Aku kemudian menungging menghadap wajahnya yang terpejam merasakan kenikmatan orgasme yang kedua kalinya. Aku mencium lembut pipi dan bibirnya.
”Makasih pah…Papah benar-benar the best thing which I have.” katanya.

”Masih bisa dilanjut..?” tanyaku 
”Tentu sayang…” sambil tersenyum manis.

Kemudian dia membuka lebar-lebar pahanya dan kuposisikan kedua kakiku dibawah paha istriku dan kuarahkan penisku tepat di depan liang vagina istriku.. Blesss… kembali penisku menyelam didalam liang kenikmatan istriku yang masih tetap sempit walaupun telah basah oleh cairan kenikmatannya.

Kutekan pantatku hingga penisku amblas hingga ke pangkalnya. Kemudian secara perlahan pantatku mulai bergerak maju mundur agar penisku dapat mengoc ok liang istriku yang sangat nikmat ini. Gerakanku semakin cepat seiring dengan kenikmatan yang kuperolehpun.

Pinggul istriku turut membantu bergerak sehingga seluruh tubuhnya bergetar dengan seksi terutama buah dadanya yang berayun menyajikan pemandangan yang sangat erotis

 â€Ouhh… makasih Pah…” mulutnya kembali meracau.

Tanganku tak kubiarkan mengangur aku arahkan ke kedua buah dada istriku yang menggairahkan ini dan kuremeas serta kupilin putingnya membuat erangan dan dengusan napasnya semakin menggila. Akupun merasakan bahwa akan segera menuju puncak sehingga gerakan pantatku semakin cepat dan sudah mulai tak teratur. Penisku mulai menekan-nekan keras vagiana istriku.

Dan akhirnya penisku menekan dalam-dalam ke liang vagina istriku sambil suara kerasku terlontar 
” Hooaahhhhh…” Dan istrikupun menjerit deng an badan melenting..
”Aaahh….”
Semprotan sperma dengan deras keluar dari mulut penisku disambut dengan kedutan keras dinding vagina istriku. Dan akhirnya perasaan melayang jatuh terhempas dan akupun ambruk di atas tubuh istriku…

Selama beberapa saat kami terdiam dalam posisi aku menindih istriku dan untuk mengurangi beban istriku agar bebas menarik napas panjang-panjang aku gulingkan tubuku disampingnya. Selama beberapa menit kami diam telentang dan kesadaran kami entah ada dimana.

Entah beberapa menit kami hilang kesadaran dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya secara sayup-sayup kudengar seperti ada orang yang mengerang dan mendesah. Aku segera mengumpulkan seluruh kesadaran yang ada dan mulai berkonsentrasi terhadap suara itu.

Makin lama suara erangan semakin jelas terdengar. Aku segera mengenakan pakaianku dan kulihat istriku tertidur nyenyak segera kuambil selimut yang terlipat di atas ku rsi dan kuselimuti istriku. Lalu dengan perlahan kudekati asal suara itu yang ternyata berasal dari ruang tamu. Lalu akupun mengintip.

Disana kusaksikan adegan panas live show yang dimainkan oleh Anto dan istrinya di sofa yang terdapat di ruang tamu. Aku malu menyaksikan adegan yang sedang dimainkan oleh sahabatku dan istrinya. Tapi parasaan malu dan bersalah itu terkalahkan oleh penasaran dan keinginan yang besar menyaksikan tubuh istri sahabatku yang biasanya tertutup oleh jilbab lebar dan baju longgar yang panjang.

Dan pikiran isengku muncul, dengan mengendap-ngendap aku mengambil camera digital didalam kamar dan kembali mengintip sekaligus merekam adegan panas yang sedang dimainkan oleh sahabatku dan istrinya.

Seluruh pakaian Anto dan istrinya sudah terlepas dan tergelatak dibawah sofa. Kulihat saat itu Anto menyandar di Sofa sedang memangku istrinya yang membelakanginya. Kedua tangan Anto memeluk dari belakang dan telapak tangan Anto meremas dan memilin puting susu istrinya.

Kepala istrinya terdongak ke belakang dengan mata terpejam. 

”Euhh…euh…” terus menerus terkadang pelan dan terkadang tanpa disadarinya keluar cukup keras.
Sementara pantat istrinya bergerak dengan cepat keatas dan kebawah diselingi dengan gerakan kedepan dan kebelakang.

Kulihat mata Anto terbeliak-beliak menahan nikmat yang diberikan oleh istrinya dan mulut Anto menyeringai dan kadang meringis dengan erangan suara dari mulutnya 

”Ohh…Bu…Bu… terusss” 
Kedua orang tersebut sedang diliputi nafsu sehingga keduanya tak sadar mereka sedang kurekam.

Sungguh adegan ini menyajikan pemandangan yang sangat membangkitkan berahi. Betapa mengairahkannya tubuh istri sahabatku dengan kulit yang putih halus, buah dada yang tidak terlalu besar tapi sekal, pinggang ramping dan paha mu lus.

Baru kali ini aku dapat melihatnya dalam keadaan telanjang, biasanya yang kulihat adalah sebuah tubuh yang tertutup rapat dan tutur kata yang halus terjaga. Tetapi saat ini semuanya hilang, yang kulihat adalah seorang wanita yang benar-benar sedang menikmati sex untuk memberikan kepuasan pada suaminya.

Kulihat pula bagaimana vagina istri sahabatku terkempot-kempot menerima dorongan dan gesekan penis suaminya dalam posisi duduk. Gerakan pantat istri temanku ini sudah tidak teratur lagi, goyangan pinggulnya semakin menggila dan mulutnya sudah mulai meracau tak jelas 

”Ouh…Yah… ouhks… Yah… .eemhhsss oh…”,
Kepalanya semakin terdongak dengan mulut yang ternganga menahan deraan nikmat yang datang terus menerus menerpa dirinya. Napasnya ngos-ngosan dan keringat membasahi sekujur tubuhnya.

Sementara gerakan Anto semakin cepat dan keras menghentak pinggulnya keatas kebawah

”Ohks.. ehks…. ehks… ” dengusan Anto semakin keras dan cepat, membuat tubuh istrinya terlonjak-lonjak menerima sensasi nikmat yang teramat sangat.

Kedua tangan Anto meremas buah dada istrinya semakin gemas dan penuh nafsu manjadikan kenikmatan yang diterima istrinya menjadi semakin menggila. 

”Ouh….auwh…auwh… ” racau istri Anto semakin nyaring

Akhirnya mulut istri Anto mulai meracau merengek seperti mau nangis 

”Ayo Yah…aku nggak tahan pingin disemprot…” katanya sambil mata terpejam.

Lalu Anto berdiri dan membalikkan badan dan meminta istrinya menungging. Anto berdiri tanpa mencopot penisnya. Kulihat Anto mendorong pantatnya dengan keras dan cepat kepantat istrinya. Tangan Anto memegang kedua sisi pinggul istrinya yang seksi dan menggairahkan.

Pertemuan antara selangkangan Anto dan pantat istrinya menambah sensasi nikmat yang berbeda baik bagi Anto maupun Istrinya sehingga secara bersamaan merekapun mengeluh nikmat 

”Ouh… ouh… oh… ”

Tumbukan antara selangkangan Anto dan pantat istrinya yang telah basah berkeringat menimbulkan suara yang khas . Plok…plok…plok ditimpali oleh suara erangan dan lenguhan nikmatdari mereka berdua… 

”Ouh… ouh… oh… ”

Gerakan Anto mulai cepat-cepat tak teratur disertai dengan kejang-kejang. Demikian pula pingul istrinya bergerak-gerak liar sehinga bunyi benturan itu semakin keras. PLOK…PLOK…PLOK. Dan istri Anto mulai meracau dengan suara yang tak terkendali

”Ayo Yah…ayo semprot… semprot…Ibu… mau… keluar… ” 
Dan akhirnya secara bersamaan mereka menjerit dan melenguh keras… 
”Aaakhhh….” jerit istrinya… 
”Ooohh…” dengus napas Anto yang dilanjutkan dengan menghisap leher bagian belakang istrinya.

Tubuh mereka kaku beberapa saat dan kemudian terjadi kontraksi pada pantat Anto dengan berkedut-kedut beberapa kali. Mereka benar-benar baru saja mengalami fase orgasme yang sangat hebat dan sensasional.

Pandangan mata mereka seolah gelap lalu keduanya terhempas telungkup ke atas sofa. Mereka terdiam selama beberapa menit tidak bergerak, menikmati orgasme hebat yang masih terasa. 

”Makasih Bu…, Ibu benar-benar hebat ” lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut Istri Anto pun tersenyum puas.
”Makasih juga Yah…, Malam ini Ayah benar-benar hebat. Ibu sangat puas”.

Dengan hati-hati aku mematikan kamera dan aku berjinjit meninggal tempat itu, menyimpan camera disaku celanaku dan berbaring disisi istriku pura-pura tidur. Dan akhirnya aku memang pulas tertidur. Aku dibangunkan oleh istriku sekitar jam 2 dini hari dan mengajakku tidur di kamar.

Sekitar jam 5 subuh Aku dibangunkan istriku, kemudian mandi air hangat. Para istri juga sudah berpakaian rapih dan cantik sedang mempersiapkan sarapan, kemudian kuambil cameraku untuk mengabadikan kegiatan mereka di dapur, mengabadikan kelincahan anak-anak kami. Demikian pula dengan Anto.

Waktu sarapan tiba dan aku menyimpan kameraku di meja makan yang terdapat diruang tengah. Tapi oleh istriku kamera tersebut dipindahkan ke bufet yang ada dipinggir ruangan tengah dan istri Antopun menyimpan kamera suaminya dibufet yang sama. Kemudian mereka menyiapkan sarapan di meja makan tersebut, dan kamipun sarapan dengan lahap.

Setelah sarapan, kami bersiap jalan-jalan pagi untuk menghirup segarnya udara puncak. Akupun langsung mengambil kamera yang ada di bufet dan kamipun jalan-ja lan sambil bercanda ria. Setelah tiba di suatu tempat dengan view yang indah, aku mulai mengambil gambar dengan kameraku. Sedangkan istri-istri kami meneruskan jalan-jalan mengikuti anak-anak yang berlarian sambil mengobrol akrab.

Aku mencari tempat yang nyaman, dan iseng-iseng aku ingin melihat adegan yang kurekam tadi malam. Begitu kubuka…Deg.. jantungku berhenti berdetak dan wajahku pucat pasi, ternyata aku sedang melihat diriku dan istriku sedang melakukan persetubuhan yang demikian panasnya.

Gambar yang diambil lebih sering difokuskan terhadap roman ekspresi wajah istriku yang sedang didera kenikmatan serta bagian tubuh indahnya yang lain terutama bagian buah dadanya yang besar dan montok. Rupanya bukan hanya aku yang mengabadikan persetubuhan sahabatku dengan istrinya. Sahabatkupun mengabadikan persetubuhanku dengan istriku.

Perasaanku bercampur aduk terhadap sahabatku. Mau marah, tapi akupun melakukan hal yang sama terhadapnya. Akhirnya m ataku mencari-cari Anto disekitarku. Dan tampak olehku Anto sedang duduk termangu di bawah pohon dengan wajah bingung menatap layar kamera, sekilas wajahnya terlihat pucat. Aku mendekatinya dan dia terlihat gugup, akupun merasakan hal yang sama.

Dia berdiri dan kami saling berhadapan serta diam tak berkata, kemudian secara refleks kami langsung berpelukan serta berbisik…

”Maafkan aku sobat….”

Akhirnya kami duduk berdampingan dan Anto mulai bercerita 

”Tadi malam, setelah kita masuk kamar menidurkan anak kita masing-masing. Aku dan istriku tidak bisa tidur dan akhirnya kami bermesraan disamping anak-anak yang telah tertidur lelap. Kami bermesraan dengan menahan agar tidak mengeluarkan suara yang bisa mengganggu tidur mereka. Karena kurang merasa nyaman dan nikmat, akhirnya kuputuskan untuk bermain di ruang tengah dekat perapian…

Begitu aku keluar kamar aku mendengar suara desahan dan erangan dari ruang tengah. Aku mengendap pelan mendekati arah suara itu. Dari balik stesel kusaksikan kamu sedang bermesraan dengan istrimu. Akhirnya timbul iseng dari dalam hatiku, kuambil kamera dan kuabadikan semua gambar seperti yang lihat di kamera itu… Maafkan aku Rid…Aku tak bermaksud melecehkanmu… sungguh maafkan aku” katanya memelas.

Dengan perasaan tak menentu kudengarkan cerita Anto, tak ada perasaan marah di hatiku padanya karena akupun melakukan hal yang sama terhadapnya. Dan kronologis kejadiannyapun mirip dengan yang kulakukan. 

”Maafkan aku juga kawan, akupun tidak bermaksud menghina ataupun melecehkanmu… ”
”Barangkali ini hanya membuktikan pada kita berdua bahwa kita memang dua orang sahabat yang sehati… soul mate.. kayaknya mah…” sambil tersenyum, dan akhirnya kamipun kembali berpelukan akrab tidak ada perasaan marah apalagi benci. 
 â€Eh..To….Apakah istrimu melihat apa yang aku dan istriku lakukan tadi malam ?” tanyaku pada Anto.

”Tentu saja.., sebab dia heran kenapa aku mengambil kamera dari kamar dan akhirnya mengikuti dari belakang disamping dia sudah sangat bergairah padaku dan ingin segera menuntaskan hasrat birahinya yang terhalang. Lalu kuberi kode padanya untuk tidak ribut. Sehingga akhirnya dia melihat adegan yang kamu dan istrimu lakukan semalam. Dan nampaknya istriku semakin terangsang melihat pertarungan kalian sehingga ia langsung mengajakku bermain disofa setelah kalian selesai bertempur.. gairahkupun sangat tinggi tidak seperti biasanya sehingga dengan sangat bernafsu aku menggauli istriku” jawab Anto dengan panjang lebar.

”Kalau gitu.., agar lebih fair… istriku harus menonton adegan ini dong ” kataku sambil menunjuk kamera yang ada di tangannya yang berisi adegan persetubuhan Anto dan istri nya…
Anto hanya mengangkat pundak dan mengangkat kedua telapak tangan dan kemudian
”Yah…. apa boleh buat…” katanya menyerah

”Eh… To, Mengapa sich dalam gambar ini, kamu lebih memfokuskan pada ekspresi istriku yang sedang menahan nikmat serta guncangan buah dada istriku pada saat dia sedang bergerak liar ?” tanyaku pada Anto tanpa ada perasaan marah.

”Habisnya… gambar itulah yang menurutku sangat bagus dan bisa merangsang orang yang melihatnya terutama aku… lagi pula ngapain aku mengambil ekspresi wajah dan tubuhmu banyak-banyak… Ngga ada indahnya ha..ha..ha..” katanya sambil tertawa terbahak-bahak.
Akupun menyambutnya dengan tertawa keras.

”Terus.. apa enaknya bagi kamu hanya dengan melihatnya saja, padahal orangnya sering berada dihadapanmu…?” pancingku 
”Maksudmu…?” dia men gejar pancinganku
”Kamu demikian sangat terobsesi terhadap istriku, khususnya buah dada istriku yang sangat montok dan besar. Bagaimana kalau kuijinkan untuk menggapai obsesimu menggauli istriku, tapi kamu ijinkan aku menggauli istrimu. Agar kita impas dan benar-benar sebagai sahabat sejati. Milikku adalah milikmu demikian sebaliknya milikmu adalah milikku” Aku menantikan reaksinya.

Anto menatapku heran dan tak lama kemudian dia menjawab bersemangat

”Ok…aku setuju, tapi bagaimana caranya?” 
”Nanti malam, setelah anak-anak tidur. Kita usahakan agar kamu mengobrol dengan istriku di ruang tengah sedang aku akan mengajak istrimu ngobrol di ruang tamu..” kataku 
”lalu…” tanya Anto lagi.. 
”Kau tunjukkan gambar adegan antara aku dan dia.. kemudian a ncam dia secara bisik-bisik bahwa gambar itu akan disebarkan melalui internet, sehingga semua orang tahu bagaimana keadaan dirinya bila sedang bersetubuh… Dan aku yakin istriku akan menyerah jika diancam seperti itu.

Dan dengan terpaksa dia akan bersedia melayanimu. Agar dia menjadi binal dan bergairah, coba kau pencet dan pilin puting susunya dan istriku akan semakin menggila jika liang vagina dan klitorisnya dijilat dan dikocok-kocok oleh lidahmu” jawabku.

”Lalu bagaimana caranya agar istrimu bersedia melayaniku ?” tanyaku
”Hampir sama dengan saranmu, ancam dia bahwa gambar persetubuhannya denganku akan kau sebarkan ke internet, jika dia tidak bersedia melayanimu sambil kau perlihatkan gambar tersebut..” Jawab Anto.
”Untuk membuat dia cepat bergairah bawa dia melihat aku yang sedang menggauli istrimu, Perpaduan rasa menyerah, kemudian perasaan ingin balas dendam karen a cemburu melihat suaminya menyetubuhi orang lain dan tontonan life show yang kupertontonkan padanya akan membuat dia liar dan binal seperti yang kau saksikan semalam . Kujamin dia akan lupa dengan jilbab lebar dan baju longgar panjang yang ia kenakan”
”Ohh begitu… .” jawabku ternganga.

Akhirnya kami sepakati perjanjian tukar pakai ini. Dan kami tak sabar menanti datangnya malam sambil menanti anak-anak serta istri-istri kami pulang dari jalan-jalan menghirup udara pagi.

Malam hari setelah anak-anak kami tidur. Kami berempat duduk-duduk santai di ruang tamu. Aku dan Anto sudah siap menjalankan rencana yang dibicarakan tadi pagi. Setelah cukup lama kami mengobrol istriku kusuruh membuat tambahan kopi untukku dan ini merupakan bagian dari rencanaku agar istriku meninggalkan ruang tamu menuju dapur melewati ruang tengah, tak lama kemudian Antopun permisi mau mengambil sesuatu di ruang tengah katanya memberi isyarat padaku.

Sehingga tingg al aku dan istrinya Anto yang masih duduk di ruang tamu sambil melanjutkan obrolan-obrolan pengisi waktu. Tak lama kemudian aku mendengar suara jeritan tertahan dari istriku..sebagai tanda bahwa Anto sudah memulai aksinya. 

”Ada apa … yah dengan si Teteh…, kang Farid?“ Tanya istrinya Anto padaku
“Ah.. ngga ada apa-apa…. Paling-paling dia lihat tikus atau kecoa…” Kataku sambil merogoh kamera dari saku celanaku dan beranjak dari sofaku mendekati sofa panjang yang sedang diduduki istrinya Anto dan duduk dipinggir nya sambil berkata…
”Sebentar Bu…, ada yang ingin kuperlihatkan padamu…!”

Dia menatapku heran, 

“Ada apa sich ? kok seperti yang serius banget “ tanyanya
Lalu kunyalakan kamera dan kuperlihatkan padanya rekaman adegan persetubuhan Anto tadi malam. Spontan dia menjeri t tertahan dengan tangan yang menutup mulutnya dan mata yang terbelalak kaget serta wajah yang pucat.

”Mengapa kang Farid tega melakukan ini pada kami?” tanyanya dengan nada yang marah. 
”Habis… eranganmu itu membangunkan tidurku, membuat aku tergoda untuk mengabadikannya. Akan kusebarkan video ini biar semua orang tahu betapa indahnya dan seksinya tubuhmu yang selalu kau tutupi dengan jilbar yang lebar, serta betapa binal dan liar gerakan tubuhmu jika sedang bersetubuh dengan suamimu…” kataku santai bernada ancaman. 
”Jangan kang..jangan.. demi Tuhan… jangan kang Farid lakukan hal itu terhadapku ” kata memelas dan terisak-isak..

”Baiklah …hal itu nggak akan kulakukan asal…” kataku menggodanya.. 
”Asal apa kang…asal apa Kan g..? Pokoknya apapun yang kang Farid minta dariku, akan kuberikan. Yang penting akang tidak menyebarkan video itu pada orang lain dan lebih bagus dihapus aja.” katanya bersemangat agar aku menghapus rekaman video tersebut. 
”Baik, akan Akang hapus. Tapi Bu Anto harus bersedia melayani Akang seperti pada suami ibu tadi malam gimana…?” kutawarkan persyaratan atas permintaannya.

Istri Anto terhenyak dan menghempaskan badannya pada sandaran sofa.

”Apakah harus dengan cara seperti itu syaratnya ?” katanya sambil tertutup.
”Ya.. hanya dengan cara seperti itu. ” Jawabku. Kemudian kulanjutkan ucapanku 
”Sebenarnya sudah sejak lama aku tertarik padamu… wajah dan tipikal tubuhmu merupakan tipe cewe idamanku sejak aku bujangan dulu dan hingga sekarangpun aku masih sering menghayalkan untuk dapat ber hubungan dengan cewe yang setipe denganmu. Kebetulan tadi malam kamu dan suamimu hilang kendali sehingga aku memiliki jalan untuk bisa mewujudkan impianku yang terpendam.”

”Kamu nggak perlu ragu dan takut pada suamimu. Dia sudah mengetahuinya dan sebagai sahabat aku relakan dia menggauli istriku sebagai timbal balik. Kalau kamu nggak percaya… Ayo sini … kita intip apa yang sedang suamimu lakukan pada istriku..” sambil kubimbing tangannya kuajak berdiri untuk berjalan menuju stesel yang menghalangi ruang tamu dan ruang tengah dan mengintip apa yang sedang dilakukan Anto dan istriku.

Dia berjalan di depanku dan aku tepat berada dibelakangnya sambil memegang pundaknya yang tertutup jilbab lebarnya. Dari celah stesel, tampak oleh kami bahwa mulut Anto sedang menghisap dan memilin puting susu montok bagian kiri istriku dan tangannya sedang meremas-remas gemas buah dada bagian kiri sambil dalam posisi berdiri.
Baju dan BH istriku sudah terbuka tapi belum terlepas, kedua tangan istriku memcengkram erat bagian pinggir bufet. Mulutnya tertutup rapat menahan napas dan suara agar tidak keluar. Dan ekspresi wajahnya menunjukkan peperangan yang sangat hebat antara penolakan diperlakukan seperti itu dengan dorongan untuk menikmati rangsangan kenikmatan yang diberikan oleh Anto. Sedangkan Anto nampak sangat bergairah dan sangat menikmati hidangan yang disediakan oleh istriku ini.

Kuperhatikan ekspresi wajah istri Anto ini berubah-rubah, dari mulai ekspresi marah, terangsang, dendam dan gairah ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang sedang dilihatnya. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya hal ini kurasakan dari aroma keringat yang keluar dari tubuhnya.

Di ruang tengah kulihat bahwa istriku mulai terhanyut dengan permainan yang disuguhkan oleh Anto. Mulutnya kadang-kadang ternganga menahan nikmat bahkan keluar suara..

”Ou hhh….ouhhhh…” dan kepalanya tertengadah kebelakang.

Anto benar terobsesi dengan buah dada istriku yang besar dan montok ini. Maka dia begitu lama dan asyiknya mempermainkan buah dada istriku, membuat kepala istriku mengeleng-geleng menahan nikmat yang diberikan oleh Anto.

Kemudian Anto melepaskan baju dan bh istriku dari tubuhnya yang sudah terbuka kemudian menarik kebawah rok istriku sekaligus dengan cd-nya sehingga istriku menjadi telanjang bulat. Terlihat bahwa Anto termangu sesaat memperhatikan keindahan tubuh seksi istriku. Kemudian dengan sangat tergesa-gesa diciumi kembali seluruh tubuh istriku dari mulai atas.

Bibir Anto mencium bibir istriku, ternyata istriku membalasnya dengan dahsyat. Kembali kedua tangan Anto meremas buah dada dan memilin puting susu istriku. Tangan istriku memeluk tubuh Anto yang masih mengenakan pakaian lengkap.

Bibir Anto kemudian turun ke bawah menelusuri perut , bermain di sekitar pusat lalu terus turun ke selangkangan istriku dan langsung menjilat dan menciumi seluruh permukaan vagina istriku yang ditumbuhi dengan jembut yang rapih.

Badan istriku langsung mengigil bagaikan tersengat listrik kemudia tanpa sadar dia menjerit 

”Aah…. ouh… okh nikmat.. Mas… okh..”
Permainan Anto di vagina istriku semakin ganas membuat istriku semakin histris menahan nikmat sehingga istriku terus-terusan menjerit dan melenguh didera perasaan nilmat yang tak dapat dilukiskan. 
”ouhh….ouhhh…. aahhh…. makasih mas…. makasih mas…ouhhh… ”

Aku sangat terangsang dengan teriakan dan lenguhan nikmat istriku, penisku sudah menegang keras. Dan kulihat perubahan yang sangat besar terjadi pada wajah istri Anto, di wajahnya terpancar ekspresi seorang wanita yang sudah sangat terangsang akan tuntutan berahi yang sudah meninggi. Lalu dia berbalik menghadapku, menatap taja m mataku dan berkata dengan suara yang bergetar dan nafas tersengal-sengal diburu nafsu berahi.

”Aku.. akan melayanimu Kang…, kalau Mas Anto aja bisa dan sangat bersemangat memberikan kenikmatan pada istrimu. Mengapa aku harus merasa terpaksa melayanimu?. Ayo kang…aku akan membuatmu melayang-layang…” demikian katanya sambil mendekatiku dan menjinjitkan kakinya berusaha menciumku dan kedua tangan yang memeluk erat tengkukku.

Ciuman istri Anto demikian ganas dan panas. Kemudian kedua tangannya dengan lincah mencopot kaos yang kukenakan. Lalu dengan liarnya, bibir dan lidahnya menciumi serta menjilati sekujur bidang dadaku sampai ke perut kemudian naik lagi kearah puting susuku yang kiri dan kanan secara bergantian. Dihisap-hisapnya dengan penuh nafsu kedua puting susuku sehingga aku melayang nikmat.

”Ouhhhh… ” keluhku.. Ouh.. betapa menggairahkannya melihat seorang wanita berjilab lebar dengan liar menjilati sekujur badanku dan mempermainkan kedua putingku. Penisku semakin tegang dan keras sehingga begian depan celaku tampak sangat menggelembung.

Kemudian tangan istri Anto dengan cekatan menelanjangiku, melemparkan celana panjang dan cd-ku sekenanya. Tangannya langsung memegang pangkal penisku dan mengocoknya, sementara bibirnya langsung mengemut, menghisap dan menjilati penisku membuat aku semakin melayang diterpa nikmat yang luar biasa 

”Akh…..Aduh jeng….enak…” kata-kataku keluar dari mulutku secara terpotong-potong.

Secara sekilas kulihat bahwa posisi istriku dan Anto sudah berubah. Mereka sudah berbaring diatas karpet. Anto terlentang dalam keadaan telanjang bulat. Tangan kanan istriku memegang pangkal penis Anto dan tangan kirinya mengusap-ngusap dada Anto, sementara mulut dan bibir istriku sibuk mengemut, menghisap dan menjilati kepala penis Anto.

Aku disinipun tak mau kalah, kuangkat badan mungil istri temanku ini, kubuka jilbab lebarnya dan kulempar jauh-jauh. Kuciumi seluruh bagian leher jenjang yang menggairahkan ini kejilat dan kuhisap-hisap hingga mata istri temanku ini terbeliak-beliak menahan nikmat dan mulut yang megap-megap.

”Hsssstttt….hhssstt..”

Tanganku segera bekerja untuk mencopot baju panjangnya, maka tampaklah tubuh mungil indah yang hanya dibalut oleh bh dan celana dalam. Kubuka pengait tali bh istri temanku ini dan kucopot bh dari tubuhnya, terpampanglah pemandangan indah sebuah buah dada yang tidak besar namun sangat bulat dan kenyal.

Tangan kananku langsung meremas buah dada indah ini dan memilin-milin puting susunya sedang mulutku langsung menghisap dan menjilati puting susu yang sebelahnya.

”Euh…euh… ouh…ouh….” desahnya dengan mata terpejam menahan nikmat.

Lalu kedu a tanganku menarik dan melepas cd istri temanku dan terlihatlah pemandangan vagina indah dari tubuh mungil menggairahkan. Kedua tanganku langsung meraih pantat indahnya dan bibirku langsung menuju selangkangan istri temanku ini dan dengan rakus aku menciumi, menjilati bahkan menghisap-hisap dan menggigit-gigit gemas vagina istri temanku ini.

Perbuatanku ini membuat kaki istriku terjinjit-jinjit didera rasa nikmat dan kedua tangannya bertahan pada pundakku dan erangannya sudah berubah menjadi jeritan-jeritan serta teriakan nafas tertahan 

”Auw… ouhh… enak kang…” demikian ucapnya tiada henti.

Sampai akhirnya kedua tangannya mencengkram pundakku dengan keras dan badannya melenting, pantatnya ditekankan ke wajahku keras-keras sambil berteriak.

”Aaaahhh…” kemudian badannya melonjak-lonjak dengan pantat yang berkedut-kedut dan setelah itu badannya terjengkang kebelakan g hingga hampir jatuh telentang jika tidak kutahan..

Kubawa ke atas sofa, kulihat matanya basah akibat menahan nikmat yang teramat sangat.

”Makasih kang…enak banget…” katanya terbata-bata
Kemudian ia memeluk erat diriku.

Sementara itu Anto telah diguncang-guncang kenikmatan yang diberikan oleh istriku. Tubuh istriku sedang menduduki selangkangan Anto dan dia bergerak sangat lincah dan erotis memberikan segala kenikmatan yang ada. Buah dadanya berguncang-guncang menggairahkan akibat gerakannya yang sangat liar.

Mata Anto terbeliak-beliak menahan nikmat sementara dari mulut istriku keluar teriakan-teriakan seperti orang yang sedang berolah raga dengan nafas yang tersengal-sengal. 

”Hhoh…Hhohh.. ” seiring dengan gerakan pantatnya yang keatas kebawah dan diputar-putar.

Teriakan-teriakan istriku rupanya cepat membangkitkan kembali nafsu istr i Anto untuk melanjutkan persetubuhan denganku. Badannya berdiri diatas sofa, kedua kakinya diletakkan dikiri dan kanan pinggulku , kemudian dia berjongkok mengarahkan liang vagina yang telah basah dan licin tepat di depan kepala penisku yang sedang tegak berdiri dengan gagahnya.

”Aku akan memberikan kenikmatan yang belum pernah akang rasakan sebelumnya” katanya tersenyum.
Tangan mengarahkan kepala penisku ke depan liang vaginanya, kemudian pantatnya menekan ke bawah. Dan….blesss…penisku telah masuk ke liang kenikmatan istri temanku secara perlahan-lahan.

Sepanjang perjalanan kepala penisku menerobos liang vagina istri temanku, kepala dan batang penisku seperti disambut dengan jilatan-jilatan beribu-ribu lidah kecil yang menjilati seluruh permukaan syaraf nikmat yang terdapat diseluruh permukaan penisku. Membuat mulutku ternganga dan mata melotot menahan nikmat yang amat sangat yang tidak pernah kualami selam a bersetubuh dengan istriku.

Istri temanku ini tersenyum melihat aku melotot menahan nikmat yang diberikan oleh vaginanya.

”Itu tadi baru permulaan…” katanya dilanjutkan dengan mencium bibirku penuh nafsu, kemudian secara perlahan-lahan pantatnya mulai bergerak secara teratur.

Gerakan-gerakan tersebut secara periodik terus dilakukan oleh secara konstan, memberikan kenikmatan yang sangat bagi penisku. Aku sampai mabuk kepayang dan melayang-layang didera oleh angin topan kenikmatan yang diberikan oleh vagina istri temanku yang luar biasa ini.

Sepertinya istri temanku ini merasa heran, kenapa aku belum juga mencapai puncak, padahal biasanya bila jurus yang barusan saja dia peragakan padaku dia berikan pada suaminya, maka tak menunggu banyak waktu suaminya akan sampai menuju puncak. Sementara dirasakan olehnya bahwa penisku masih tetap tegang dan keras padahal dia melihat aku terbeliak-beliak menahan nikmat

Istriku temanku semakin ganas menggerakkan pantatnya.

”Aaah…heks… ouh…” jeritannya berulang-ulang.
Dan akhirnya gerakannya sudah mulai sangat cepat dan tak teratur. Denyutan, kedutan dan jilatan lidah-lidah kecil di rongga vagina istri temanku semakin keras dan akhirnya… 
”Aaaaahhh…..” istri temanku menjerit sangat keras sambil melentingkan badan dan mencakar dadaku.

Vaginanya ditekan kuatt ke selangkanganku sehingga penisku amblas dalam sekali dan dia ambruk menindih tubuhku yang sudah hampir menuju puncak tapi Istri temanku ini keburu terdiam sehingga orgasmeku kembali surut 

”Oooh…kang…nikmat banget…Akang benar-benar hebat” katanya memujiku sambil membaringkan kepalanya di dadaku menikmati sisa-sisa orgasme.

Sementara di ruang tengah, posisi sudah berubah lagi. Anto diatas istriku sedang memompa pantatnya ke selengkangan istriku. Penisnya dengan cepat keluar-masuk vagina istriku. Tangannya seperti biasa selalu bermain dibuah dada istriku yang sangat digandrunginya. Matanya melotot seperti mau copot seolah sedang mengejar sesuatu yang akan segera dia raih.

Gerakan pinggul istriku dibawah tubuh Anto sangat cepat, teriakan-terikan istriku keluar menunjukkan bahwa dia sedang didera kenikmatan yang teramat sangat yang sebentar lagi akan menuju puncak.

”Auw..auw…auw…oh…ouh……”

Dan akhirnya secara bersamaan gerakan mereka berdua sangat keras dan tak terkendali. 

”Aaahhh…” teriakan Anto dan istriku berbarengan.
Lalu kedua tubuh mereka menegang kaku dan akhirnya terhempas lemas dengan diakhiri dengan kedutan-kedutan pantat mereka untuk saling menekan selangkangan masing-masing. Dan diakhiri dengan menggelosornya tubuh Anto dari atas tubuh istriku kesamping tubuh istriku. Dan mereka tertidur kelelahan sambil berpelukan damai.

Sementara aku sudah mulai merangsang kembali istri Anto yang masih telungkup diatas tubuhku yang terduduk di sofa ruang tamu. Ku kulum dan menghisap-hisap bibir istri temanku dengan penuh nafsu. Dia membuka matanya dan membalas ciumanku dengan tak kalah ganasnya. Tanganku kembali mempermainkan buahdada indah milik istri temanku.

Perlahan-lahan kembali pantatnya bergerak mengucek penisku yang masih berada didalam vaginanya. Tetapi nampaknya gerakan pantatnya masih kurasakan lemah, karena mungkin masih lelah karena telah dua kali merasakan puncak orgasme yang sangat hebat yang menguras banyak energinya.

Akhirnya kupegangi pantatnya, kemudian aku berdiri dari dudukku sehingga posisi saat ini menjadi aku yang sedang memangku istri temanku. Kedua kakinya dia ikatkan ke pinggangku dan kedua tangannya merangkul tengkukku sebagai gantungan, sementara selangkangannya menekan ker as selangkanganku sehingga penisku menusuk vaginanya hingga ke pangkalnya.
”Ouhh…. nikmatnya…” erangku. 

”Ouhmmh… kang…. aku juga enak….euh….” sahutnya sambil mendekapku

Kemudian aku mulai melonjak-lonjakan tubuhnya dengan melurus-luruskan kakiku. Istri temankupun ikut melonjak-lonjakan tubuhnya sehingga persetubuhan yang kulakukan sangat berat dan melelahkan namun juga sangat nikmat sehingga erangan kenikmatan kami saling bersahutan… 

”Ouh….ouh….” erangannya 
”Euh….hek….hek hsssttt..” Keluhku
Lututku semakin kurasakan leklok. 
Akhirnya kupangku istri temanku ini memepet kan punggungnya ke dinding ruang tamu dan kakinya aku turunkan sehingga kakinya terjinjit tertahan vagina yang diganjal oleh penisku yang sangat tegang. Bebanku berkurang dan pa ntatku dapat bergerak bebas untuk maju-mundur mengocok penisku didalam vagina.

Kenikmatan ini semakin tak terlukiskan dan akupun tanpa sadar melenguh menahan nikmat 

”Ouh…heh…heh…” dengusku keras.
Tiba-tiba gerakan pantat istri temanku ini semakin liar dan dia mulai menjerit-jerit kembali…
”Auw…ohhhh…hoh…hhhssstttt…”
Dan akhirnya 
”Aaahhh…” Istri temanku kembali menjerit panjang badannya melenting kaku.

Kemudian pantatnya berkedut-kedut dan vaginanya berkontraksi memijit-mijit batang penisku. 

”Oohhh…” aku melenguh menahan nikmat.
Sejurus kemudian badannya lemas hampir mengelosor jatuh terduduk jika tak ditahan oleh pelukanku 
”Ouhh…hssss makasih kang… ” katanya lemah

Aku bimbin g kembali istri temanku ke sofa dan kubaringkan. Badannya sudah sangat basah kuyup oleh keringat. Benar-benar suatu persetubuhan yang sangat luar biasa menguras tenaga. Aku biarkan dia terbaring beberapa saat sambil kubelai-belai rambutnya yang indah. Aku tak bosan-bosan menikmati keindahan tubuh mungil istri temanku ini.

Rupanya istri temanku ini merupakan tipe wanita penikmat sex, karena walaupun telah beberapa kali meraih orgasme yang hebatpun gairahnya cepat kembali bangkit untuk meraih kepuasan orgasme berikutnya, ditambah lagi keistimewaan kedutan vagina miliknya yang bagaikan memiliki ribuah lidah kecil yang selalu menjilat dan memeras penis yang menjelajahinya.

Kuarahkan dia agar kepalanya berbantalkan pegangan tangan sofa, kemudian kaki kanannya kuturankan kelantai dan kaki kiri terlipat di atas sofa, sehingga posisi istri temanku sekarang menjadi nungging dengan kaki kanan menahan di lantai dan dengkul kaki kiri menahan di sofa. Kemudian kedekati pan tat seksi yang menggairahkanku ini.

Kuarahkan penis tegangku ke vagina istriku dari belakang, kemudian kembali batang penisku merasakan jepitan liang vagina. 

”Ouhh…ouhh,…..” keluhku dan erangan istri temanku berbarengan.
Aku memulai mengocok penisku ke vaginanya. Ku maju mundurkan pantatku hingga menekan pantatnya.

Gerakanku mulai cepat-cepat tapi tetap teratur disertai dengan tolakan yang kejang-kejang. Hingga akhirnya pinggul istri temanku bergerak-gerak liar sehinga bunyi benturan itu semakin keras. Dan akhirnya kembali dia menjerit dan melenguh keras.

”Aaakhhh….” jerit istri temanku ini…
”Hhhoohh…” dengus napasku.
Tubuhnya kaku beberapa saat dan kemudian vaginanya berkedut-kedut beberapa kali. Lalu kami jatuh telungkup di atas sofa 
”Ouhh… kena pa selalu enak begini, kang..? ”

Tapi saat ini aku tidak akan membiarkannya lama-lama beristirahat karena kurasakan orgasme bagi diriku sudah sangat dekat karena mataku sudah berkunang-kunang dan perasaan sudah tak menentu. Kemudian kubalikkan badannya dan langsung menindih badannya kurahkan penisku ke liang vaginanya yang sudah sangat banjir dan kemerahan dan …Blesss…

Aku mulai memompakan pantatku mengocok dan mengaduk-ngaduk vagina istri temanku dengan penisku. Gairah istri temanku ini kembali meninggi dan dia mulai mengeluh dan mengerang menahan nikmat.

”Euh..euh..”

Dan tiba-tiba gerakan pantatnya menjadi liar dan cepat. Erangannyapun telah berubah menjadi teriakan-teriakan yang merangsang 

“Aaah…aahhh…aaahhh” Dan diakhiri dengan jeritan panjang melepas nikmat 
“AAahhhhhh…..” Tubuhnya kaku, badanny a melenting dan vagina berkonstraksi sangat hebat membuat penisku tidak mampu bertahan.
“Aahhhh…” aku pun menjerit melepaskan beban nikmat.
Tubuhku tegang, pantatku kutekan dalam-dalam dan.. cret…cret…cret spermaku terpancar sangat deras dan kental menyemprot dinding vagina istri temanku yang sedang berkonstraksi. Akhirnyanya tubuh kami pun berkedut-kedut menghabiskan sisa-sisa kenikmatan yang masih bisa terasakan.

Kemudian tubuhku benar-benar ambruk menindih tubuh istri temanku, tapi aku gelosorkan kesamping tubuhnya, kemudian aku memeluknya sambil mata terpejam menikmati sisa-sisa orgasme yang sangat luar biasa dan tanpa sadar kamipun tertidur.

Dini hari aku dan istri temanku terbangun karena terganggu oleh erangan dan jeritan-jeritan nikmat yang keluar dari mulut Anto dan istriku. Rupanya Anto dan istriku kembali mengayuh berahi menggapai nikmat membuat aku dan terutama istri Anto menjadi terangsan g kembali.

Aku merangsang gairah istri Anto dengan cara menjilati, mengulum dan menghisap puting susu istri Anto yang sudah menonjol keras, Istri Anto hanya mengerang nikmat mendapat rangsangan dariku dan akhirnya kubisikan agar pindah ke ruangan dimana suaminya dan istriku sedang menagyuh nikmat, Istri Anto memandangku sejenak, namun akhirnya mengangguk dan secara bersamaan kami berdiri dan berjalan beriringan menuju ruang tengah dengan telanjang bulat.

Aku dan istri Anto semakin terangsang, begitu masuk ke ruang tengah kami lihat istriku dan Anto sedang bersetubuh dengan nafsu yang bergelora, kulihat Anto begitu semangat mengayunkan pantatnya agar batang penisnya mengaduk-ngaduk liang vagina istriku, tangan Anto tak henti-hentinya meremas-remas buah dada istriku yang montok.

Sementara itu, kepala istriku tergeleng-geleng ke kiri dan kekanan menikmati genjotan Anto sambil terus menerus mengerang nikmat, pantat istriku bergerak lincah menyambut setia p helaan pantat Anto. Mereka menoleh selintas padaku dan istri Anto ketika kami datang dan mengambil posisi disamping mereka, kemudian tanpa mempedulikan kehadiran kami mereka melanjutkan pergulatan mereka.

Aku dan istri Anto pun tidak mempedulikan kondisi mereka. Kami mulai bercumbu mengayuh nikmat yang jauh lebih seru dan lebih panas dibanding tadi, karena saat ini kami dapat melakukan dengan bebas karena kami lakukan di atas karpet yang luas.

Dengan tiada lelah Aku terus memberikan kenikmatan yang sensasional pada istri Anto. Demikian pula nampaknya dengan istri Anto, Dia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memberikan kenikmatan yang dalam beberapa hal belum pernah kudapatkan dari istriku.

Entah berapa puluh kali istri temanku ini mengalami orgasme dan entah berapa ronde kami melakukan pertarungan yang sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga. Pertarunganku dan istri Anto baru selesai ketika kokok ayam jago terdengar, sementara Anto dan is triku sudah cukup lama tertidur kelelahan. Akibatnya kami bangun kesiangan dan itupun karena dibangunkan oleh suara tangisan anak-anak kami yang kecil yang mencari-cari orang tua mereka.

Pagi itu kami tidak semangat untuk jalan-jalan, karena tenaga kami benar-benar terkuras habis. Kasihan anak-anak kami, mereka terus-terusan merengek minta jalan-jalan. Dan akhirnya dan malas kami penuhi permintaan mereka.

Akibat kejadian semalam, keakraban kami menjadi sangat lain, orang lain akan bingung bila meperhatikan kemesraan kami, bingung untuk menentukan mana yang merupakan pasangan suami istri. Sebab aku menjadi sangat mesra dengan istriku dan istri Anto, demikian juga dengan Anto menjadi sangat mesra terhadap istrinya dan istriku.

Sejak saat itu sering kali aku pulang siang-siang bukan ke rumahku tapi ke rumah Anto dan bersetubuh dengan istrinya Anto. Demikian pula dengan Anto sering kali siang-siang ke rumahku dan bersetubuh dengan istriku. Pernah beber apa kali aku memergoki Anto sedang bergulat meraih nikmat di atas tubuh seksi istriku. Aku tidak marah tapi langsung aja kubilang akan kerumah Anto. Mereka maklum dan terus melanjutkan pergulatan yang sempat terganggu atas kedatanganku.

Sampai saat ini status perkawinan kami tidak tergannggu. Aku dan istriku tetap saling mencinta demikian juga dengan Anto dan istrinya. Dan kami tetap melakukan hubungan suami istri dengan pasangan perkawinan masing-masing. Hanya saja sampai saat ini kami belum pernah melakukan keroyokan. Dan nampaknya tidak akan pernah kami lakukan. Tetapi kalau menukar pasangan ditengah permainan beberapa kali pernah kami lakukan. Pada saat kami melakukan acara kumpul bersama. 

Tamat

Cerdes (Cerita Dewasa)

Gambar Memek Sempit ABG © 2017Frontier Theme